Memilih BTHF (Arsip Terastekno)

TIPS: Memilih Bluetooth Handsfree
« on: August 10, 2013, 01:39:13 AM »
Sebelum menggunakan bluetooth handsfree (bthf), mungkin ada baiknya kita mengenali dulu jenis bthf apa yang cocok untuk keperluan kita. parameter yang saya pake antara lain sbb:

1. Pahami dulu penggunaan bro and sis terhadap hape yang digunakan.

maksudnya gini, kalo misalnya emang hp-nya lebih banyak dipake buat ketik sms atau messengeran (texting)… rasanya bro n sis gak perlu pake bthf, karena bthf ini memang diciptakan untuk komunikasi suara, bukan untuk texting. Walaupun pada perkembangannya ada fitur dictate pada tipe bthf dan hape tertentu, tapi rasanya untuk saat ini masih belum “layak” untuk dipergunakan dalam kehidupan sehari hari.

kalo bro n sis misalnya sering pergi naik trans jakarta atau kendaraan umum lain, atau naik motor, dan biasa dengerin lagu yang disimpen di hape pake earphone kabel… nah, ini cocoknya pilih bthf yang stereo. bthf stereo ini juga ada beberapa model, ada yang over the ear, over the head, in ear, de el el… nanti suatu saat kelak akan kita bahas tentang tipe bthf stereo ini. untuk saat ini dibatasi sampe sini dulu. cuma yang perlu diingat, kalo yang hobi dengerin radio via hape, rasanya agak susah pake bthf stereo ini, karena biasanya earphone kabel yang digunakan waktu ndengerin radio itu berfungsi sebagai antena. lain hal-nya kalau bthf stereo-nya ada fitur build-in radio, seperti smart wireless headset pro, i-tech clipradio, atau jabra sport.

nah… kalo anda sering menggunakan hape untuk nelpon, bener2 nelpon, gak pernah denger radio atau lagu dari hape, dan males menggunakan earphone stereo, kemungkinan besar bthf yang cocok adalah bthf mono earpiece. bthf mono earpiece ini juga masih banyak lagi variannya. pada umumnya sih in ear, tapi ada yang menggunakan earhook (cantelan di kuping, bisa dipasang bisa enggak sesuai selera), ada juga yang model on the ear (jabra supreme), ini jenis bthf yang paling simpel. maksudnya bthf mono earpiece.

2. charging port
ini penting. hampir kebanyakan pada umumnya bthf menggunakan micro usb untuk charging port-nya. jauh lebih baik dibanding beberapa tahun yang lalu. bthf i-tech dulu menggunakan colokan sendiri (mirip colokan nokia lama, tapi beda ukuran). Kemudian bthf nokia sendiri setau saya sampai sekarang menggunakan colokan nokia lama (bulet kecil panjang). beberapa tipe tertentu seperti plantronics voyager, malah menggunakan proprietary port (model konektor magnetik). ini cukup ngeselin apalagi buat orang yang punya beberapa gadget tapi males bawa charger banyak-banyak. buat saya, kalo charger bthf bukan pake micro USB, bisa jadi deal breaker alias gak jadi beli.

3. fitur display notifikasi atau voice announce Caller ID
beberapa pengguna hape kadang males ngeluarin hape dari kantongnya untuk mengetahui ada telpon masuk dari siapa. ada juga yang sering hapenya ditinggal di meja kantor, pas lagi beberapa meter dari meja ada telpon masuk, tapi males jalan ke meja. nah… beberapa bthf memiliki display tersendiri untuk menampilkan informasi penelepon atau informasi teks lainnya (contoh: sony smart wireless headset pro). tapi untuk bthf tipe mono earpiece (pada umumnya), karena bentuk mereka yang mungil dan simpel, display ini jadi kendala. nah, bagaimana kasusnya kalau pengen tau siapa yang nelpon tapi males ngeluarin hape dari kantong atau letak hape lagi di charge dan jauh dari posisi anda? jawabannya adalah fitur voice announce caller ID. beberapa bthf tipe tertentu, memiliki fitur voice announce caller ID. apakah gerangan? ya pada saat telpon masuk (bunyi di hape)… si bthf somehow bisa membaca caller ID yang ada di hape, dan menyebutkan nomer si penelepon, atau nama si penelpon (kalau sudah disimpan di phonebook biasanya disebut namanya). tapi ternyata harus hati-hati juga. sebagai contoh, Jawbone ERA, ternyata caller ID announcenya hanya menyebutkan nomer telepon saja. bisa sih nyebutin nama, tapi hanya bisa 20 nama, dan harus di save di bthf jawbone ERA-nya.

saya juga pernah mencoba bthf merk blueant type Q2 dan T1… yang klaimnya mereka bisa mendownload phonebook dan menyimpan phonebook tersebut di unit bthf-nya, jadi kalo ada yang nelpon, nomernya dikenalin, akan sebut nama. sayangnya, sampai saya update firmware si bthf blueant itu (dua-duanya)… sampai saat ini masih cuma nyebutin nomer aja. entah salahnya di mana. padahal gue pake hape android Xperia ZL dan Xperia P yang masing-masing keluaran tahun 2013 dan 2012. aneh aja sih.

fitur voice announcement ini bukan hanya caller ID aja. sudah cukup banyak beberapa bthf menanamkan voice announcer ini, untuk menginformasikan si pengguna tentang status batre, volume up/down, incoming call, call end… de el es be. beberapa tipe bthf tertentu malahan bisa buat nelpon ke service tertentu yang disediakan di negara tertentu… contoh: Vocalyst Plantronics hanya ada di USA (yang pasti belum masuk Indonesia), sampai dengan tulisan ini dibuat.

fitur voice announce ini IMHO sangat membantu, daripada kita harus menghapalkan nada BTHF yang tidak support voice announce kadang-kadang bikin puyeng. bunyi pas baru nyalain, matiin, untuk pairing, telpon masuk, telpon ditutup…. harus ngapalin bip 1x, bip 2x, bip panjang 1x bip pendek 1x (misalnya)… wuaduhhhh.. bikin mumed deh.

masih banyak sih kalo mau mritili tips dalam memilih fitur bthf ini. yang pasti, sebagaimana orang bijak selalu bilang, belilah sesuai dengan kebutuhan anda :)

salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *