Sony Smartwatch (Arsip Terastekno)

Sharing : Pengalaman Menggunakan Sony Smartwatch
« on: September 12, 2013, 10:00:55 AM »
Kenapa di subyek saya menggunakan sharing: pengalaman menggunakan sony smartwatch? sederhana. Karena sudah banyak review-review diluaran sana (baca: di internet) yang membahas (baca: review) sony smartwatch ini.sesuai dengan arahan dari bro global moderator kita, mister strong_tower, rasanya saya akan lebih banyak bercerita tentang optimalisasi penggunaan smartwatch ini, dengan gaya penuturan saya tentunya :)baiklah, mari kita mulai.pertama-tama dari latar belakang kenapa saya merasa perlu untuk membeli smartwatch ini. yang paling mendasar adalah, dalam beraktivitas sehari-hari saya menggunakan 2 henpon, dan dua-duanya primary… dan banyak beraktivitas telepon dengan menggunakan 2 henpon tersebut. beda operator tentunya.nah… kaitannya dengan bluetooth handsfree yang saya miliki. beberapa bluetooth handsfree tidak memiliki fitur caller ID (yang mono), sedangkan kalo menggunakan yang stereo, agak malas karena ribet dengan kabelnya.

ditambah lagi seringkali malas mengeluarkan hape dari kantong celana untuk melihat siapa yang nelpon, atau mungkin pada saat lagi nyetir mobil, hape di bangku sebelah, ada yang nelpon, agak males mencari2 dimana hape berada (diantara tumpukan barang lainnya), rasa-rasanya perlu suatu gadget tambahan untuk bisa memonitor notifikasi dari si henpon.

dan buat saya, yang bisa mengakomodir dan membantu meminimalisasi masalah2 tersebut di atas, adalah sony smartwatch.

kenapa sony? bukannya ada produk sejenis yang ada di pasaran? bukannya pebble lebih bagus (katanya?). terus kan ada motoACTV yang keliatan lebih garang dan fiturnya lebih oke, bisa independen. atau kenapa gak jam handphone mito sekalian? murah, bisa buat nelpon, ada kamera pulak, plus dapet BTHF..

errr…. kalo MITO sih jelas enggak yah, not my style. kalo pebble… nah… ini dia masalahnya nyari-nya agak susah. kalopun ada, rasanya Barang black market, yang resmi harus pre-order dulu. Moto ACTV juga sama kayak Pebble. yang udah masuk di indonesia waktu gue beli si sony smartwatch ini…. ya sony smartwatch ini.

ada satu faktor lagi yang membuat gue beli ini barang…. waktu beli dapet diskon harga sampe 50%, dari 1,8 juta… jadi 900rb. ya udah deh… terpaksa beli :)

whats in the box. sederhana, unit smartwatch-nya, kabel proprietary charger (yup, kabelnya saja, dan proprietary, bukan micro USB, kita akan bahas lebih mendalam tentang hal ini lebih lanjut), sama wrist dari rubber. plus dapet tambahan adaptor yang terbuat dari alumunium untuk dipasangkan dengan tali jam lain sesuai selera (ukuran lebar tali 20mm). dan udah gue coba pasangin dengan tali yang dari stainless steel, warna silver, seems nice diliatnya.

sementara gitu dulu, nanti akan dibahas lebih lanjut lagi.

anjutin tentang smartwatch ini, atau mungkin karena sekarang smartwatch2 sudah beredar, jadi kita sebutnya smartwatch1 ya.sedikit mundur lagi ceritanya, yang lahir pertama kali sebenernya live view, terus smartwatch 1 (sw1), baru terakhir (pada saat tulisan ini dibuat) smartwatch2 aka sw2.sw1 ini sangat minimalis, karena hanya memiliki satu tombol disamping kanan, yaitu tombol power. dibagian depan layar tidak ada tombol apapun, hanya ada layar full touch screen.karena minimal tombol inilah, maka pengoperasian SW1 cukup unik. buat yang sudah familiar dengan penggunaan tombol back pada hape android, karena di SW1 ini tidak ada dedicated tombol back, maka bisa mempergunakan gerakan pinch/mencubit layar, atau menggunakan dobel finger tap, alias tap layar dengan dua jari secara bersamaan.keunikan lain dari SW1 adalah dilengkapi dengan akselerometer. dengan adanya akselerometer ini, SW1 bisa mendeteksi pergerakan dari jam itu sendiri. oh iya… secara default, layar SW1 kalau tidak dipergunakan akan mati dengan sendirinya (sekitar 1 menit idle). nah… kalo mau liat jam, maka yang bisa dilakukan adalah double tap layar (tap layar SW1 2x), atau menekan tombol power, atau bisa juga melakukan gerakan seperti mau melihat jam tangan. khusus yang terakhir, tampilan jam-nya ada khusus tersendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *